Jumat, 29 November 2013

SUKU BADUY, Sebuah Sekolah Kesederhanaan..

Assalamu'alaikum semuanyaaaaah... ^^


Wah sudah 6 bulan yah saya gak blogging! Enam bulan! Lamaa yaaaa... Sebenernya bukannya gak kemana2 juga siiih.. tapi mood nya ajah yang gak muncul-muncul! Daaaaan Alhamdulillah setelah ngetrip ke Baduy ini tiba-tiba jadi antusias pengen ngeblog! Senangnyaaaaah! ^.^

Jadi, begini ceritanyaaa.. 2 minggu yang lalu saya punya waktu yang bisa diberdayakan buat kabur dari rutinitas di Jogja, jadilah saya cari temen sana sini buat jalan-jalan, pokoknya going somewhere deh! Nah pas udah liat-liat open trip di web BPI, jadilah pilihan jatuh ke Pulau Harapan, pulau berpenduduk yang terluar di Kepulauan seribu. Tapi tuh itu cuma weekend ajaa, jadi kan muadzir yah kalo weekdays nya tidak diberdayakan sekalian, hehe.. Akhirnya, saya dan 2 travelmates saya -Abuu dan Reza- putusin buat ke Baduy duluuu! Gara-gara si Abuu udah 2x ke sana dan selalu bikin mupeng ma cerita-ceritanyaaa.. 

Dan akhirnyaaaa,,, yeeeeee! I was here!!!! ^.^


Renifa in action! :p



Untuk kalian yang cinta jalan-jalan, I strongly recommend this place for your next trip! Kenapaaah? Karena disini kalian gak akan cuma liat alamnya yang emang keren, tapi kalian juga akan lihat kulturnya! Dan melihat sekaligus mencoba merasakan cara orang-orang Baduy hidup itu adalah sesuatu yang WOOOW banget! Di sini kalian akan lebih mengerti tentang arti sebuah rasa syukur tentunya..

Teteh teteh Baduy luar dan baju plus topi tradisionalnya yang cantik banget

Jadi, suku Baduy ini masuk ke Kabupaten Rangkasbitung, Propinsi Banten. Nah perkampungan di suku Baduy ini lumayan banyak, tapi secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian, ada Baduy Dalam dan Baduy luar. Dan mungkin kalian udah tau yah kalo Baduy dalam lah yang lebih menantang dengan seabreg peraaturannya.. Misalnya, ga boleh foto-foto, ga poleh pakai hape, ga boleh mandi di hulu sungai karena itu hanya untuk pu'un (kepala suku), ga boleh pake sabun, odol dan bahan2 kimia lainnya di sungai biar ga mencemari lingkungan, ga boleh masuk ke halaman rumah pu'un, untuk orang Baduy dalam sendiri, mereka tidak boleh naik kendaraan apapun! Jadi mau kemana-mana ya harus jalan kaki, dan sepertinya mereka udah biasa ko untuk itu.. dan masih banyak yang lain lain lagi.. 

Dan untuk sang pelanggar sih mungkin ga ada hukumannya, tapiiiiiiii tunggu aja, something bad will happen to you, dan itu terjadi beberapa kali pada pengunjung-pengunjung usil yang mencoba-coba melanggar peraturan di sana...

Desa di Baduy luar

Nah, jarak yang harus ditempuh pun gak maen-maen yaaa.. Berangkatnya sekitar 14 km dan pulangnya sekitar 12 km. Jangaan bayangin jalan aspal bin mulus yaaah,,, yang ada cuma tanjakan yang kadang bisa sangat terjal dan panjang dan turunan yang bisa jadi sangat curam dan licin.. Dan kadang setelah tanjalan atau turunan yang sama susahnya itu ada jalan datar tapi biasanya gak lama-lama.. Tekstur tanahnya? Tanah liat yang kadang berlumpur, dan di beberapa tempat yang dekat dengan perkampungan ada jalan dari batu yang udah ditata.. Yaaah begitulan kira-kira.. Dan Alhamdulillah nih yah, pas kita kesana  dan pas udah siap jalan, hujan deras pun datang. Jadi makin berasa licin tanahnya, dan FYI, diantara kami bertiga, cuma saya ajah yang gak pake kepleset selama perjalanan PP,  Sesuatu yaaah.. hehe.. :)

Sama Abuu lagi di jembatan di Baduy luar

Oia, Jadi, sebenernya ini tidak ada aturan tertulis tentang harga yang harus kita bayar untuk menginap di Baduy dalam. Mereka tidak punya tarif, teman-teman.. Seikhlasnya saja.. Mereka masih cukup polos dan memperlakukan kami sebagai saudara jauh yang datang untuk menginap, Tapiiii.. sebisa mungkin kita kasih sepantasnya yaaa.. Dan karena kita mau datang sebagai tamu dan menginap pula di rumah warga di suku Baduy dalam, jadi kita sebaiknya membawa buah tangan kali yaaah.. Kemarin kami bawa mie instan 20 bungkus, karena selain untuk oleh-oleh, itu juga yang akan disajikan ibu pemilik rumah untuk makan kami.. Tentunya jangan sampai lupa untuk tetep jaga sikap ya, yang namanya tamu ya harus menghormati sang pemilik rumah dan jangan neko-neko, hehe..

Kampung unik di tanah yang berundak, 

Travelmates! Abuu ma Reza

Btw, di suku Baduy ini saya belajar tentang arti sebuah kesederhanaan.. Orang-orang Baduy, khususnya di Baduy dalam adalah orang-orang yang hidup dengan sangat sangat sangat sederhana tapi dengan cara yang sangat cerdas! Contohnya, (1) jembatan di perbatasan di Baduy dalam dan luar ini terbuat dari bambu yang hanya di ikat dengan ijuk tanpa tambahan apapun. Tapi kalau yang di Baduy luar, mereka mengikat dengan ijuk dan tali tambang. 
Ituuuuuu jembatannyaaa... 

(2) Rumah di Baduy dalam sama sekali tidak menggunakan paku, hanya diikat dengan ijuk plus dengan locking system pada pilar-pilarnya, dan arsitekturnya pun cukup keren dengan atap yang turun ke bawah sampai 1 meter di atas tanah dengan tujuan menahan sinar matahari yang kena dinding langsung. Rumah-rumahnya pun adalah rumah panggung dan dibawahnya dalah rumah ayam yang tidak pernah bau. (3) Lumbung padi di Baduy yang disebut Leuit, selalu berada sedikit jauh dari  pemukiman karena menghindari kebakaran yang akan menghabiskan bahan makanan sekaligus. 

Leuit, lumbung padi yang terpisah dari kampung

(4) Kuatnya prinsip untuk tidak memakai sabun, shampo dan odol dengan alasan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan sungai, secara Baduy dalam ada di atas. Mereka bilang, kalau yang di atas saja sungainya sudah tercemar, kasihan yang di bawah nanti.. Dan memang benar, sungai di Baduy dalam ini tetep jernih walaupun di musim hujan, padahal waktu lewat di Baduy luar, sungainya sudah berwarna kecoklatan, dan itu adalah sungai yang sama..

Daaaan masih banyak hal-hal sederhana tapi sangat sangat positif yang mereka lalukan guys... FYI, mereka hidup dengan cara primitif seperti itu bukan karena mereka tidak tahu kemajuan jaman. Mereka tahu bahwa di luar sana ada dunia yang gemerlap dan penuh dengan inovasi-inovasi.. Tapi ini pilihan mereka, mereka ingin hidup bersahabat dengan alam dan menjunjung tinggi adat dan tradisi nenek moyang mereka.. Dan somehow, saya merasa mereka sangat sangat sangat kereeeeeen! ^^

Jadi, silakan yang mau kesana, mumpung masih sangat alami, sebelum waktu merubah tempat dan orang-orang keren ituuu... ^^





3 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...