Tuhaaaaan, ternyata masih ada begitu banyak hal menakjubkan di luar sana selain urusan cinta dan asmara,, hahahaa...
Hari ini saya mengikuti sebuah seminar tentang sosialisasi sebuah program yang luar biasa, yang mungkin akan sedikit merubah pola pikir saya selama ini, Program "INDONESIA MENGAJAR". Program ini baru digagas sejak tahun 2009 dan mulai dijalankan sejak Maret 2010. Pada prinsipnya program ini adalah mengirimkan para pengajar muda yang merupakan anak2 terbaik bangsa, para alumnus muda peguruan tinggi di Indonesia, untuk menjadi tenaga pengajar di daerah-daerah yang benar-benar terpencil dan berakses sulit, bahkan di pulau-pulau kecil terluar Indonesia.
Mungkin bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang, karena harus membuang waktu 1 tahun untuk mengabdikan diri di daerah antah berantah dengan segala kesederhanaan dan jauh dari keluarga. Tapi ternyata tak sedkit pula orang-orang yang memiliki tekad untuk turut membantu mencerdaskan bangsa dengan di mulai dari diri mereka sendiri. Dan program ini lah salah satu jalan yang bisa di tempuh..
Di bawah ini adalah tulisan bapak Anies Baswedan pada hari pemberangkatan para pengajar muda angkatan pertama, 10 November 2010 lalu..
Di hari keberangkatan Pengajar Muda, 10 November 2010
Pagi tadi langit masih agak gelap. Tepat pukul 05.20 Pengajar Muda resmi dilepas di Bandara Soekarno-Hatta. Di bandara yang membawa nama pahlawan proklamator Indonesia dan di hari saat republik tercinta merayakan Hari Pahlawan. Hari ini Pengajar Muda berangkat. Hari ini usai sudah gemblengan tujuh minggu, gemblengan kepemimpinan dan kepengajaran.
Bandara ini dinamai Soekarno-Hatta. Dua tokoh ini sesungguhnya memiliki peluang untuk meniti karier di bidangnya, hidup nyaman, dan sangat sejahtera untuk dirinya dan untuk keluarganya. Tapi mereka memilih untuk berjuang; pembuangan dan penjara bukan halangan. Mereka berjuang membebaskan bangsanya dari kolonialisme. Tanda pahala mereka kini langgeng menempel di setiap jiwa Indonesia.