Kamis, 19 Agustus 2010

Dinginnya Ketep dan Kedung Kayang Telah Menghangatkan Pertemanan Ini,,

We are the Couchsurfers :)
Yah,, saya tahu ini adalah bulan puasa,, tapi ternyata bulan puasa pun tak mampu untuk menghalangiku tuk tetap pergi melancong,, Kali ini sebenarnya bukan murni keinginanku,, tapi atas permintaan salah satu teman baruku yang berasal dari Jerman, Charlotte. Dia teman yang aku dapatkan dari sebuah jejaring sosial untuk akomodasi gratis bagi travellers seluruh dunia,, silakan cek di www.couchsurfing.org. Jadi bila kita bergabung di komunitas ini, kita bisa meminta tumpangan tempat tinggal atau hanya sekedar ditemani jalan-jalan oleh local people (yang juga anggota couchsurfing) di kota yang sedang kita singgahi.






Singkat cerita aku pun akhirnya mengantarkan charlotte ke Ketep pass, dan tentu saja aku juga mengajak Katrin, gadis jerman yang akan tinggal selama 3 minggu di rumahku, yang notabene adalah juga couchsurfer dari Jerman. Tak lupa kubawa serta seluruh keluargaku,, 


Tiket masuk ke ketep ternyata sangat berbeda antara pengunjung domestik dan asing. Aku dan keluarga hanya membayar Rp. 3.200 / orang, sedangkan mereka berdua harus membayar Rp. 27.000 / orang. Yah memang begitu adanya,, hampir disetiap tempat wisata di Jogja seperti itu sepertinya..




Terus terang aja, ini pertama kalinya aku ke tempat ini,, indah banget pemandangannya,, tapi sayang saat itu gunung merapi sedang bersembunyi di balik awan pagi,, tapi tetap aja indah,, Setelah nonton volcano theater, masuk museum, dan puas  foto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan ke air terjun kedung kayang yang hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan by car dari ketep.




Masuk-masuk desa,, melewati anak-anak tangga yang begitu panjang, dan akhirnya sampailah kami pada sebuah sungai yang jernih dan dingin.. di dari kejauhan sudah dapat terdengar suara derasnya air terjun,, dan ternyata setelah sampai,, memang indah bukan main,, Memang harus selalu ada pengorbanan untuk mencapai tempat yang indah,,  yang jelas,, hanya ada senyum dan tawa di hari itu,, Trimakasih Tuhan,, telah Kau beri aku kesempatan untuk sekali lagi menikmati indahnya ciptaanmu bersama orang-orang yang teramat spesial,,




Suara gemercik air sungai ini
 telah menjadi saksi terikatnya sebuah tali pertemanan 
yang tadinya tak ada menjadi ada,, 
menyatukan 3 jiwa dari belahan dunia yang berbeda,






2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...